CINTA TAK DISENGAJA
Sinar mentari kala pagi itu membangunkan tidurku. Seperti biasa, aku bangun, merapikan tempat tidurku, mandi, sarapan dan pergi sekolah.
Waktupun sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Pelajaranpun dimulai. Mulai dari Matematika, pelajaran favoritku disusul dengan pelajaran-pelajaran berikutnya hingga selesai. Akhirnya bel pulangpun berbunyi. Segera ku rapikan semua buku-buku yang tercecer di atas mejaku.
Sesaat setelah aku sampai dirumah, terdengar suara motor berhenti di depan rumah. Aku yang belum sempat mengganti seragam sekolah segera keluar, takut kalau-kalau ada tamu penting datang. Ternyata surat dari pos. Aku mengambil surat tersebut sembari ku tanda tangani kertas yang diberikan oleh petugas pos itu.
Malampun tiba. Akhirnya ayah dan ibu pulang. Mereka terlihat sangat lelah setelah seharian sibuk bekerja. Aku yang sudah mulai mengantukpun segera pergi ke kamar. Seperti biasanya, sebelum tidur aku selalu merapikan buku-buku untuk esok hari. Tak sengaja aku menjatuhkan sesuatu. Ternyata surat tadi siang. Setelah ku perhatikan, ternyata surat itu salah alamat. Aku tak tahu alamat yang tertera dalam amplop yang belum ku tahu persis apa isinya.
Dari sinilah petualanganku dimulai. Akupun membalas suratnya. Aku memperkenalkan diriku dan akhirnya aku katakan pada si pengirim surat itu bahwa suratnya tidak sampai pada alamat yang dituju karena petugas pos saat itu salah alamat. Seminggu kemudian,ada petugas pos lagi yang datang ke rumahku. Ternyata dia membalas suratku. Semenjak itu kami menjadi dekat dan akhirnya kami pacaran. Walau Long Distance, kami tetap senang.
Andre, itulah namanya. Dia kuliah di salah satu universitas negeri di Jakarta. Saat dia libur semester, dia memutuskan untuk datang ke Bandung. Aku sangat senang mendengar berita itu. Dua hari kemudian Andre mengsms ku dan memintaku untuk bertemu dengannya di salah satu mall yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahku. Saat aku bertemu dengannya, aku tak menyangka kalau dia adalah Andre Baskoro teman kecilku yang dulu pernah tinggal di Bali bersamaku dan keluargaku. Begitu pula dengannya. Dia tak pernah menduga bahwa aku adalah Dira Atmaja, gadis mungil yang selalu dibuatnya menangis.
Hari itu kami menghabiskan waktu bersama. Hari kian gelap, Andre pun mengantarkan aku pulang. Dan aku mempersilahkan dia untuk masuk dan bertemu dengan kedua orang tuaku. Merekapun tak percaya kalau dia adalah Andre si anak jahil yang selalu mengerjai putri mungilnya. Kami mengobrol hingga larut malam. Andre diminta untuk menginap di rumahku sampai liburannya selesai. Andrepun tak menolak ajakan orang tuaku.
Tak terasa, hampir sebulan dia tinggal bersamaku dan keluargaku. Akhirnya dia harus kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan kuliahnya. Singkat cerita diapun kini telah bekerja di sebuah perusahaan besar yang didirikannya bersama ayahnya. Aku juga demikian. Setelah lulus SMU, aku kuliah di universitas swasta di Bandung. Aku mengambil jurusan Kedokteran. Dan kini aku telah sukses, aku sudah menjadi dokter.
Saat kami bertemu kembali, kami memutuskan untuk menikah. Hidup kami bahagia dan serba berkecukupan. Kami mempunyai anak-anak yang pandai dan patuh. Dan salah satu anak kami adalah anak kembar. Sungguh hidupku penuh dengan berbagai kejutan. Terima kasih Tuhan.
By : Eva Susanti



0 komentar:
Posting Komentar