Alunan suara indah itu menyadarkan lamunanku. Pagi itu sungguh pagi yang cerah. Mentari tersenyum manis. Cahayanya yang hangat membuat hatiku merasa tenang dan kembali bersemangat. “Rio…” suara bunda memanggilku. “Iya bunda…” sahutku.
Dengan segera aku beranjak ke ruang makan. “Ayo Rio…Kita sarapan dulu..” kata bunda kepadaku. “Iya bundaku..” sahutku lagi.
Setelah kami sarapan, aku mengantar bunda berbelanja ke supermarket untuk persediaan selama sebulan. Sungguh tak ku duga. Aku bertemu dengan Natasha. Dia adalah gadis yang ku suka saat aku masih duduk di bangku SMA dulu. Namun, aku belum pernah mengungkapkan perasaanku padanya. Aku hanya bias memendamnya dalam hati. Bahkan sampai sekarangpun perasaan itu masih tertata rapi di dalam hati kecilku. “Hai Rio…?? Kamu Rio Saputra kan...??” sapa gadis manis yang baru saja ku lamunkan. “Eee..eehhh..Oh iya…” dengan gugup aku pun menjawabnya. “Hmm..Kamu Natasha Kurnia ya…?? Apa kabar kamu…??” aku memastikan kembali bahwa gadis yang menyapaku adalah Natashaku. “Iya,kamu benar sekali. Ternyata kamu masih ingat aku” sambil tersipu malu. Cukup lama kami berbincang-bincang saat itu. Dan diapun memutuskan untuk pulang karena hari sudah siang. Bunda juga dengan segera membayar belanjaan yang sudah ada di keranjang belanjaan itu.
Tak terasa, hari mulai gelap. Bintang pun satu per satu bermunculan menghiasi gelapnya malam itu. Ditemani sinar rembulan yang begitu terang, aku teringat dengan Natasha yang tadi siang tak sengaja bertemu denganku di supermarket. Sungguh bahagia rasanya hati ini ketika aku bisa berbicara panjang lebar dengannya.
“Krrriiiinggg..krriiinggg..kkkkring” suara alarm membangunkanku. Bergegas aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku. Setelah aku selesai berbenah diri, aku segera turun untuk sarapan bersama ayah dan bunda. “Pagi bundaku yang cantiikkk…” godaku pada bunda. “Ayah mana bun..??” tanyaku. “Kamu seperti tak mengenal ayahmu saja. “Dia sudah pergi ke kantor pagi-pagi tadi” kata bunda. “Ayo sarapan” ajak bunda.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Hari ini aku masih dalam suasana liburan. “Huuuhh..Booosaaannn” keluhku. Lalu muncullah ide ku untuk bisa bertemu dengan Natasha. Pagi itu ku telepon Natasha. Kebetulan kemarin aku bertukar nomor dengannya. “Selamat pagiii…” suara lembut itu membuatku terdiam sejenak. “Maaf…Siapa ini…??” tanyanya padaku. “Oh..Iya..Maaf..maaf..Natasha ini aku Rio. Kamu masih ingat kan dengan aku..??”. “Tentu Rio..Ada apa pagi-pagi gini kamu telepon aku ?” tanyanya. “Ah, tidak ada apa-apa kok. Aku cuma mau Tanya. Apa sore ini kamu ada waktu untukku ? dengan pelan aku memberanikan diriku untuk bertanya hal itu padanya. “Hari ini aku free. Gak ada kegiatan apa-apa. Aku hanya diam di rumah aja kok. Emangnya kenapa Rio ?” katanya. “Aku pengen ngajak kamu jalan hari ini. Kamu mau gak ?” tanyaku. “Boleh..” jawab Natasha sebagai tanda mengiyakan ajakanku. “Kalau gitu nanati sore aku jemput kamu ke rumah ya ?” jawabku. “Ok..Aku tunggu ya Rio” kata Natasha.
Hari itu kami pergi seharian. Dan sebelum aku mengantarnya pulang, aku ingin mengutarakan perasaan yang sudah lama terpendam dalam hatiku. Tapi, belum sempat aku bicara, handphone Natasha berdering. Dia mengangkat telepon itu. Tak sengaja ku dengar suara “Iya sayang, sebentar lagi aku pulang” Natasha menjawab suara di telepon saat itu. Pupus sudah harapanku. Ternyata Natasha sudah memiliki seorang kekasih. Kini aku hanya bisa memendam perasaan itu dalam hati. Dan sampai aku mati pun semua ini akan menjadi “ Rasa Yang Terpendam”.
By : Eva Susanti



0 komentar:
Posting Komentar